Mediapemuda.com CIREBON – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Cirebon menggelar dialog bertajuk “Pemuda Berkarya: Peran Strategis Pemuda Kabupaten Cirebon di Tengah Dinamika Geopolitik Global” di Padepokan Anti Galau, Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, pada Jumat (13/3/2026) sore.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Ustadz HM Ujang Busthomi selaku CEO Padepokan Anti Galau, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Cirebon Jois Putra, Ketua KNPI Kabupaten Cirebon Moh. Aan Anwaruddin, serta Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Bambang Mujiarto, ST dari Fraksi PDI Perjuangan.
Selain itu, acara juga diikuti para pemuda dan perwakilan organisasi kepemudaan.
Ketua KNPI Kabupaten Cirebon, Moh. Aan Anwaruddin, mengatakan dialog ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan kepemudaan yang telah berjalan sejak delapan bulan lalu.
“Alhamdulillah, KNPI Kabupaten Cirebon bersama organisasi kepemudaan kembali melaksanakan kegiatan dialog. Di tengah ketidakpastian global yang penuh tantangan, pemuda harus mampu mengambil langkah nyata dan berperan aktif menghadapi berbagai dinamika yang terjadi di dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dispora Kabupaten Cirebon Jois Putra mengajak generasi muda untuk memanfaatkan potensi besar yang dimiliki daerah. Ia menyebutkan bahwa jumlah pemuda di Kabupaten Cirebon cukup besar berdasarkan data kependudukan.
“Pemuda usia 16 hingga 30 tahun di Kabupaten Cirebon jumlahnya sangat besar. Ini merupakan potensi luar biasa yang harus terus dikembangkan agar mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah,” jelasnya.
Menurut Jois, di tengah tantangan geopolitik global yang kerap muncul melalui berbagai informasi di media massa maupun media sosial, pemuda Cirebon harus mampu mengambil peran di berbagai sektor.
Ia menilai potensi pemuda di Kabupaten Cirebon sangat beragam, mulai dari bidang teknologi informasi, pertanian, peternakan, perikanan, hingga kewirausahaan.
“Kami berharap dialog ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antar pemuda. Jika ada pemuda yang bergerak di bidang pertanian milenial, tentu bisa difasilitasi oleh Dinas Pertanian. Begitu juga yang bergerak di sektor UMKM atau bidang lainnya".
Dalam kesempatan yang sama, Bambang Mujiarto, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, memaparkan bahwa dinamika geopolitik global sangat berkaitan erat dengan kepentingan ekonomi antar negara. Menurutnya, setiap negara maupun daerah selalu berupaya mencari identitas dan keunggulan masing-masing untuk memperkuat posisinya dalam persaingan global.
“Jika kita mengamati pergerakan antar negara, tentu tidak lepas dari berbagai kepentingan. Pada akhirnya, kepentingan tersebut bermuara pada aspek ekonomi,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kekuatan geopolitik tersendiri melalui konsep Nusantara.
“Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau merupakan satu kesatuan kekuatan geopolitik. Oleh karena itu, perlu ekosistem yang kuat antara pemerintah, masyarakat dan lingkungan agar mampu menghadapi tantangan global,” katanya.
Bambang juga menambahkan bahwa di era digital saat ini, pemuda tidak hanya dituntut mengikuti perkembangan pasar, tetapi juga harus mampu melahirkan inovasi dan konsep digitalisasi yang mampu bersaing secara global.
Melalui dialog tersebut, diharapkan lahir gagasan serta kolaborasi strategis yang mampu memperkuat peran pemuda Kabupaten Cirebon dalam menghadapi tantangan global sekaligus mendorong pembangunan daerah. (Red)
