Notification

×

Iklan


Iklan

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana Kunjungi Sentra Batik EB Cirebon, Dorong Penguatan Wisata Budaya

Selasa, 10 Maret 2026 | Maret 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-11T07:46:59Z



Mediapemuda.com Cirebon - Widiyanti Putri Wardhana melakukan kunjungan kerja ke sentra Batik EB yang berlokasi di Desa Panembahan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Selasa (10/03/2026) siang.


Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda kerja Kementerian Pariwisata di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon dalam rangka meninjau sejumlah destinasi wisata menjelang libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul fitri.


Dalam rangkaian kunjungannya, Menteri Pariwisata meninjau beberapa destinasi wisata budaya di Cirebon, di antaranya Keraton Kasepuhan, Museum Topeng Cirebon, kawasan wisata Batik Trusmi, hingga Stasiun kereta api Cirebon.


Usai mengunjungi sejumlah lokasi wisata di Kota Cirebon, rombongan kemudian melanjutkan agenda ke kawasan wisata batik Trusmi, tepatnya di Batik EB Desa Panembahan.


Kedatangan Menteri Pariwisata disambut hangat oleh Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag., bersama unsur Forkopimda Kabupaten Cirebon, Camat Plered, Kapolsek Plered beserta jajaran, Danramil Plered beserta anggotanya serta para pelaku usaha batik setempat.


Dalam kunjungannya, Widiyanti Putri Wardhana yang didampingi langsung oleh pemilik Batik EB berkeliling melihat aktivitas para pengrajin batik.


Ia juga mendapatkan penjelasan mengenai berbagai motif batik khas Cirebon yang menjadi kekayaan budaya daerah.


Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap potensi wisata budaya di wilayahnya.


“Suatu daerah akan semakin dikenal apabila memiliki pariwisata yang kuat serta budaya yang terus dijaga dan dilestarikan. Kami berharap nilai-nilai budaya Cirebon tetap terjaga,” ujar Imron.


Sementara itu, Hisyam selaku pemilik Batik EB Panembahan mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi sentra batik Cirebon kepada pemerintah pusat.


Menurutnya, terdapat sekitar sembilan desa di Kabupaten Cirebon yang menjadi pusat produksi batik, namun potensi tersebut belum sepenuhnya tersentuh program pengembangan pariwisata secara menyeluruh.


“Hari ini kami berkomunikasi langsung dengan Kementerian Pariwisata. Harapannya, Ibu Menteri bisa melihat langsung kondisi sentra batik di sini. Alhamdulillah beliau sudah melihat beberapa pengrajin dan ini menjadi pencapaian bagi kami,” kata Hisyam.


Ia berharap ke depan desa-desa penghasil batik di Kabupaten Cirebon dapat memperoleh dukungan program pengembangan dari Kementerian Pariwisata agar potensi wisata budaya batik semakin dikenal luas.


Hisyam juga menambahkan bahwa Cirebon memiliki dua indikasi geografis batik yang menjadi kebanggaan daerah, yakni motif Batik Mega Mendung dan Batik Rawit, yang menjadi identitas budaya khas Cirebon.



Dengan adanya kunjungan tersebut, diharapkan sektor pariwisata dan industri kreatif batik di Cirebon semakin berkembang serta mampu menarik minat wisatawan, terutama menjelang musim libur panjang. (Red)

×
Berita Terbaru Update