Mediapemuda.com Banjarwangunan, Mundu, Kab. Cirebon - Suasana religius begitu terasa selepas Magrib di Masjid Al-Amin, Blok Seda, Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Sekitar 30 anak usia 3 hingga 12 tahun rutin mengikuti kegiatan mengaji bersama.
Kegiatan yang berlangsung setiap malam selepas Magrib ini menjadi salah satu program pendampingan keagamaan yang diikuti oleh mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon selama masa pengabdian di Desa Banjarwangunan.
Anak-anak belajar secara berkelompok sesuai kemampuan. Bagi pemula, materi difokuskan pada pengenalan huruf hijaiyah dan iqra, sementara bagi yang sudah lancar dilanjutkan dengan membaca Al-Qur'an. Selain itu, program tahfidz surat-surat pendek Juz 30 juga dijalankan. Sebagai bentuk motivasi, setiap anak yang berhasil menyelesaikan hafalan akan mendapatkan apresiasi berupa bintang prestasi.
Mohammad Wakhyudi selaku ketua KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) Desa Banjarwangunan, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa.
"Bagi kami, KPM bukan hanya tentang program kerja besar. Justru dengan hadir dan terlibat langsung dalam aktivitas harian warga seperti mengaji selepas Magrib ini, kami belajar banyak tentang nilai kebersamaan dan pendidikan karakter. Masjid Al-Amin telah menjadi ruang belajar yang luar biasa bagi anak-anak," ujarnya.
Sementara itu, pengurus Masjid Al-Amin menyambut baik kehadiran mahasiswa KPM yang turut membantu membimbing anak-anak. Kehadiran mahasiswa dinilai menambah semangat baru bagi anak-anak untuk lebih rajin datang ke masjid.
Di tengah tantangan perkembangan teknologi, kegiatan mengaji selepas Magrib dinilai tetap relevan sebagai upaya pembentukan karakter religius sejak dini. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah mahdhah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan non-formal dan pembinaan akhlak generasi muda.
Melalui kegiatan sederhana namun konsisten ini, mahasiswa KPM UIBBC berharap dapat turut menjaga tradisi baik yang telah hidup di masyarakat serta berkontribusi dalam melahirkan generasi Qur'ani dari Desa Banjarwangunan. (Red)

